Friday, 8 June 2012

Siapa tahu?


“Elleh, dia tu pakai tudung labuh bukannya perangai baik sangat pun.”

“Dia tu nama je pakai tudung labuh tapi perangai tak mencerminkan perempuan tudung labuh pun.”

“Pakai tudung labuh belum tentu perangai baik. Hemph.”

Kita selalu je dengar ayat-ayat macam ni keluar dari mulut-mulut orang. Dan mungkin kita juga pernah menuturkan ini. Kalau bukan dengan kata yang bisa terdengar mungkin diam di dalam hati.

*astaghfirullah*

Lebih baik diam dan bersangka baik kerana hanya Allah yang Maha Mengetahui amal hamba-hambaNya. Hanya Allah yang berhak menilai amal-amal hamba-Nya.

Mungkin.. Siapa tahu.

Dengan bertudung labuh itu dia sebenarnya sedang berusaha mendidik akal dan jiwanya. Dia sedang berperang dengan nafsunya dan sedang berusaha untuk istiqomah.

Mungkin dia sedang bertatih melatih dirinya. Mungkin dia sedang mengambil jalan yang mudah sebelum dia mencukupkan solatnya, mengikhlaskan puasanya, menghijab pandangannya. Mungkin dia sedang berusaha untuk menyempurnakan dirinya, akhlaknya dan amalnya sebagaimana dia telah menyempurnakan penutupan auratnya.

Siapa tahu?

Mungkin dia pernah merasa jauh dari Allah. Justeru atas dasar rasa insaf dan taubat, dia memperelokkan dirinya. Demi untuk menyenangkan Tuhannya. Mungkin dia sering merintih tatkala kita sedang nyenyak tidur memohon agar Allah mengampunkan segala dosa silamnya.

Dan siapalah kita untuk menghakimi hal-hal yang tidak kita ketahui?

Daripada menilai amalan orang yang sampai bila pun kita taktahu berapa nilainya, apakata kita menilai amalan diri sendiri?

“Allah, Dia yang mencipta mati dan hidup agar Dia menguji kamu sekalian, siapakah dari kalian yang lebih baik amalannya, sedangkan Dia adalah Maha Agong Maha Mengampuni.”
[al-Mulk: 2]

Walau siapapun kita, kita adalah hamba Allah yang tidak akan pernah lepas dari noda dan dosa. Sebelum mentari terbit di ufuk barat, sebelum pintu taubat Allah tertutup buat kita, sebelum mentari padam di pandangan mata, marilah bersama memperbaiki diri. Bukan untuk orang lain, tapi untuk diri sendiri. Bukan untuk kesenangan duniawi, tapi untuk keberkatan ukhrowi. ;D

“Dan Engkau akan melihat matahari ketika terbit, cenderung ke kanan dan dari gua mereka dan apabila ia terbenam, meninggalkan mereka ke arah kiri, sedang mereka berada dalam satu lapangan gua itu. Yang demikian ialah tanda-tanda (yang membuktikan kekuasaan) Allah. Sesiapa yang diberi petunjuk hidayah oleh Allah, maka dialah yang berjaya mencapai kebahagiaan dan sesiapa yang disesatkan-Nya maka engkau tidak sekali-kali akan beroleh sebarang penolong yang dapat menunjukkan (jalan yang benar) kepadanya.”
[al-Kahfi: 17]

*Semoga kita semua beroleh hidayah Allah!*
p/s: Untuk anda yang sedang bermujahadah memerangi nafsu, cepat-cepatlah perbaiki diri. Anda sedang menjadi tontonan. ;)

2 comments:

Deru Ombak said...

Daripada menghukum (mencela, menghina, memandang serong etc.) org2 yang sedang berbuat kebaikan dengan jalan Allah. Ada lebih mahasabah diri sendiri dulu.

NoorVictory said...

Kata2 macam nih selalunya melemahkan semangat, kan kak Ya? Huhu

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...